Postingan

Bahasa Sunda di Bogor Utara (Parung, Ciseeng, Gunungsindur)

Wilayah Bogor Utara khususnya di Parung, Ciseeng, dan Gunungsindur mempunyai keunikan budaya yang berbeda dari wilayah Kabupaten Bogor pada umumnya. Budaya yang dominan adalah Sunda dan Betawi. Karena keunikan ini, wilayah ini dikenal sebagai daerah Sunda-Betawi ("Darah Sunda Berbudaya Betawi"). Bahasa yang dituturkan oleh masyarakat di ketiga kecamatan ini adalah bahasa Sunda dan Betawi. Beberapa daerah masih bertahan menuturkan bahasa Sunda (memiliki kemiripan dengan Sunda Tangerang; khususnya daerah Gunungsindur) dan daerah lainnya telah berbahasa Betawi, bahkan sejak lama. Dari ketiga kecamatan ini, Gunungsindur dan Ciseeng memiliki penduduk asli berbahasa Sunda yang dominan bahkan masih eksis, sedangkan di daerah Parung saat ini sudah dominan berbahasa Betawi. Bahkan, di Parung saat ini hanya orang-orang tua yang masih bisa berbahasa Sunda. Kurangnya perhatian terhadap bahasanya mengakibatkan punahnya bahasa Sunda di daerah ini, para orang tua umumnya berpikiran jika bah...

Aksara Ragajati

Gambar
Aksara Ragajati  adalah sebuah  aksara yang diciptakan dan dikembangkan oleh Ki Jagaraga (sebutan pencipta Aksara Ragajati; namanya diambil dari kata "Jaga" yang berarti menjaga dan "Raga" yang disini diartikan sebagai aksara). Aksara ini sebagian besar terdiri dari huruf-huruf dalam Aksara Sunda Baku dan beberapa huruf yang hanya ada dalam aksara ini, dengan menggabungkan sistem penulisan Abugida dan Alfabet . Aksara Ragajati sendiri diciptakan pada tahun 2023 dan terbagi menjadi tiga, yakni Aksara Sawara (dikenal sebagai  Aksara Swara  dalam Aksara Sunda), Aksara Ngalagena, dan Aksara Kalam (kata "Kalam" merupakan singkatan dari bahasa Sunda "Ka Alam"). Nama Ragajati sendiri berasal dari kata "raga" yang berarti tubuh atau badan dan "jati" yang berarti asli, murni, atau sejati. Ragajati sendiri juga bisa diartikan sebagai sebuah raga dalam bahasa yang diartikan sebagai jiwa. Maksudnya, aksara tanpa bahasa adalah raga tanp...